RSS

Mencari Kasih Sayang dari Suami (Terakhir)

04 Jan

Oleh: Asy Syaikh Salim Al ‘Ajmy hafizhahullah

Segala puji bagi Allah semata. Sholawat dan salam atas utusan dan hamba-Nya, Nabi kita Muhammad, dan juga atas keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du.

Wahai kaum muslimin,

Perhatikanlah urusan para wanita di rumah. Dan hendaknya setiap pria bertakwa kepada Allah terhadap istrinya yang telah dijadikan oleh Allah berada dalam kekuasaannya.

Seorang istri harus dapat merasakan bahwa suaminya adalah seorang laki-laki yang bertanggungjawab. Dan bukan yang kami maksudkan dengan tanggung jawab di sini adalah kalau seorang suami telah memberi istrinya uang, maka selesai sudah perannya.

Tidak, permasalahannya bukan semata harta. Akan tetapi, seorang suami yang menjalankan kewajibannya.

Kemudian ketahuilah bahwa Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam telah berwasiat untuk para wanita dengan bersabda: “Berilah wasiat yang baik kepada para wanita, karena sesungguhnya mereka itu adalah “‘awaanin” yang ada pada kalian”. ‘Awaanin adalah asiirootun (tawanan).

Maka engkau harus berbuat baik kepadanya semampu kamu. Allah akan memberi ganti kepadamu berupa kebaikan di dunia dan akhirat.

Tidakkah engkau lihat sikap sebagian para wanita yang membuat-buat masalah?!

Sesungguhnya ia sedang mencari-cari seorang pria yang menganggap dirinya ada. Dan yang paling ia butuhkan adalah seorang pria yang takut kepada Allah dalam memperlakukannya dan yang dapat mencurahkan kasih sayang kepadanya. Karena ia berada di zaman yang di dalamnya terdengar segala sesuatu yang membuat gila. Sang suami berada di antara dua perkara yang telah diterangkan oleh pembuat syari’at yang Maha Bijaksana. Yaitu memperlakukan istri dengan penuh cinta. Atau kalau rasa cinta itu tidak ada, maka ia memperlakukannya dengan rasa kasih. Sebagaimana Allah berfirman:

“..dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang..” (Q.S.30:21)

Dan hendaknya sang suami bertakwa kepada Allah agar jangan sampai dirinya menjadi fitnah bagi istrinya. Boleh jadi istrinya itu telah memilihnya semata karena agama dan keistiqomahannya. Maka ia tidak boleh berlaku buruk kepadanya untuk hal yang istrinya itu telah bersangka baik terhadapnya.

Dan kita tidak boleh mengatakan: wanita itu selalu membuat susah. Dan mereka itulah malapetaka. Maka sebagaimana terdapat wanita jenis ini, terdapat pula jenis yang lebih buruk lagi di kalangan pria.

Dan tidaklah roboh suatu rumah tangga itu melainkan disebabkan lemahnya tanggungjawab. Yang dimulai oleh seorang ayah yang tidak beres. Disusul kemudian oleh suami yang pembohong besar.

Seorang laki-laki haruslah memberi nafkah kepada istrinya. Karena baiknya seorang istri itu adalah kalau dia menjadi tangan yang mengambil, bukan tangan yang memberi. Sedangkan kalau istri yang memberi, berubah sudah peran yang seharusnya atau peran itu menjadi sejajar, maka itu telah mengeluarkan sang istri dari fitrahnya.

Seorang pria hendaknya tidak mengulurkan tangan kepada istrinya untuk meminta selama ia masih mampu. Sehingga sang istri tetap sebagai orang yang butuh kepada sang suami. Adalah suatu perasaan yang terpendam dalam diri seorang pria bahwa dia suka menjadi seseorang yang dibutuhkan, dan juga merupakan perasaan terdalam pada diri wanita bahwa dia suka menjadi orang yang butuh kepada suaminya sekalipun memiliki harta yang cukup. Bukan karena kikir dengan hartanya, sebab kenyataan membuktikan bahwa wanita itu tidaklah tamak dengan harta. Akan tetapi kebahagiaannya adalah pada perasaannya sebagai seorang yang lemah dan membutuhkan seorang laki-laki.

Dan engkau akan mendapatkan ganjaran kebaikan dalam segala keadaan. Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam bersabda: “Sesungguhnya engkau tidaklah menginfakkan suatu nafaqoh yang dengannya engkau mengharapkan ridho Allah, melainkan engkau akan diberi ganjaran kebaikan atasnya, sampai apa yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu”.

Demikianlah. Dan bertakwalah kepada Allah wahai para hamba Allah, terhadap anak-anak kalian. Penuhilah kewajiban-kewajiban terhadap mereka. Dan kewajiban yang terpenting adalah mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada mereka, berinteraksi dengan mereka secara terbuka. Dan bantulah mereka untuk berbuat kebaikan. Bantulah mereka untuk berbuat kebaikan.

Dan semoga Allah merahmati seorang ayah yang membantu anaknya untuk berbakti kepadanya. Hadirlah di hadapan mereka. Jadikan mereka merasakan tanggungjawab dan keterikatan dengan kalian. Dan berikan keleluasaan kepada mereka dari apa yang telah Allah leluasakan atas kalian. Rasulullah shollallaahu’alayhiwasallam bersabda: “Sebaik-baik dinar yang dibelanjakan oleh seorang laki-laki adalah dinar yang ia belajakan untuk keluarganya”.

Hammad berkata: aku melihat Ayyub As Sikhtiyaaniy tidaklah meninggalkan pasar kecuali ada sesuatu bersamanya yang ia bawa untuk keluarganya. Sampai aku melihat sebotol minyak yang dia bawa di tangannya, maka aku katakan padanya tentang hal tersebut. Lalu ia berkata: sesungguhnya aku mendengar Al-Hasan berkata: sungguh seorang mu’min itu telah mengambil suatu adab yang baik dari Allah. Maka kalau Allah memberinya keluasan, ia pun memberikan keluasan.”

Demikianlah. Dan ketahuilah bahwa tanggungjawab paling besar terhadap anggota keluarga, yaitu istri-istri, anak-anak dan mereka yang berada di bawah tangan dan kekuasaanmu, adalah dengan engkau meluruskan mereka di atas ketaatan kepada Allah dan engkau memerintahkan mereka dengannya serta engkau larang mereka dari setiap maksiat dan keburukan. Dan janganlah engkau merusak agamamu dengan kebaikan dunia orang selainmu.

Sufyan Ats Tsauri berkata: seorang laki-laki disuruh untuk didatangkan pada hari kiamat. Lalu dikatakan: ini adalah keluarganya. Mereka memakan kebaikan-kebaikannya.

Kita bermohon kepada Allah semoga Ia memperbaiki kita dan memperbaiki keadaan kita, serta memperbaiki istri, keturunan dan niat kita.

Wahai Rabb kami, anugrahilah kami dari istri-istri kami dan anak-anak kami para penyejuk mata, dan jadikanlah kami imam untuk orang-orang bertakwa.

Majalah Akhwat Vol.1/1431/2010 www.akhwat.or.id

 
Leave a comment

Posted by on January 4, 2011 in An Nisa'

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: